Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Desember 2013

“FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BENTUK DAN UKURAN POLA MUKA AIR TANAH”



Bagaimana faktor2 berikut mempengaruhi bentuk dan ukuran pola muka air tanah (cone of depression) :
·    Kecepatan pemompaan air (debit pompa)
Air tanah dapat dipompa menggunakan sistem dengan beberapa titik sumur yang dihubungkan dengan satu pompa di bagian permukaan tanah, dibandingkan dengan menggunakan pompa untuk tiap sumur. Pengaturan debit dilakukan dengan menggunakan katup di tiap ujung atas masing-masing sumur. Pengaturan ini disebut tuning. Jarak tiap sumur biasanya 3-10 feet, dengan kedalaman 15-28 feet. Debit pemompaan biasanya 0,1-25 gpm/sumur. Sistem ini biasanya dipakai dalam pekerjaan konstruksi, dan jarang digunakan untuk pekerjaan remediasi jangka waktu lama. Hal ini disebabkan oleh kedalamannya yang dangkal dan debit pemompaan yang rendah.
·    Lamanya pemompaan
Penyedotan air tanah berlebihan atau penyedotan air yang banyak dalam waktu yang lama dengan pompa juga menjadi salah satu penyebab turunnya permukaan tanah. Antara 17,5-18 persen penurunan tanah disebabkan oleh adanya sumur bor, sisanya (sekitar 82 persen) disebabkan oleh kondisi alam, beban bangunan, serta kendaraan. Disebutkan, pengambilan air tanah dengan pompa berkapasitas lebih dari 100 meter kubik (m3) sangat dikhawatirkan mempercepat laju penurunan tanah.
·    Karakteritik akuifer
Desain sumuran ekstraksi tergantung pada sifat aquifer, tujuan sistem dan ukuran volume. Sifat aquifer menentukan berapa banyak air yang harus dipompa dari tiap sumuran. Penempatan sumuran dan jumlah total air yang dipompa tergantung dari sistem dan ukuran plume. Sumuran dapat dibangun secara vertikal ataupun horisontal dengan komponen utama berupa casing, saringan, filter pack, pelindung serta pompa. Air tanah mengalir melalui saringan berupa pipa PVC atau pipa stainless steel. Hal yang diperhatikan adalah bahwa total luas lubang harus cukup besar agar kecepatan airnya cukup besar untuk mengatasi headlossnya. Panjang saringan tergantung pada tipe, stratafikasi, ketebalan aquifer dan penampang yang tersedia.
Ukuran casingnya disesuaikan dengan pompa yang akan dipakai, umumnya berdiameter lebih besar atau sama dengan 4 inchi. Filter pack umumnya berupa pasir kasar atau medium gravel halus yang mengelilingi saringan dan casing. Pompa yang digunakan untuk mengekstraksi air tanah adalah pompa pneumatik dan pompa submersible, yang ukurannya ditentukan sesuai dengan energi tekanan yang diperlukan.
Potensi air tanah di daerah sedimen terlipat umumnya kecil hal ini mengingat batuan penyusunnya berupa serpih, napal, atau lempung yang bersifat kedap air. Batu pasir jika ada umumnya berupa sisipan dan sangat kompak karena berumur tua dan telah mengalami proses tektonik kuat sehingga sedikit kemungkinannya laipasan batu pasir tua dapat bertindak sebagai akuifer yang baik. Potensi air tanah pada daerah gunung api dijumpai akuifer-akuifer dengan sistem rekahan yang banyak dijumpai pada lava. Rekahan tersebut terbentuk oleh kekar-kekar yang terjadi akibat proses pada pembekuan ataupun akibat tektonik/vulkanik. Terbentuknya mata air rekahan (fracture artesian spring) adalah mata air yang dihasilkan oleh akuifer tertekan yang terpotong oleh struktur impermeable.
·    Kemiringan muka air tanah
Pengaruh tektonik juga menjadi faktor penurunan muka air tanah. Pengaruh tektonik disini adalah pengaruh dari suatu gempa yaitu gempa tektonik yang kemudian menyebabkan muka air tanah menjadi miring. Gempa akan membentuk crack atau rekahan-rekahan. Pada saat gempa terjadi goyangan-goyangan yang dibeberapa tempat justru terlihat air yang menyembur. Namun setelah goyangan gempa reda banyak dilaporkan sumur-sumur kering, dan mata air yang sudah tidak mengeluarkan air lagi. Mata-air (sumur) banyak yang menjadi kering. Hal ini disebabkan karena ada crack atau rekahan yang membuat muka air tanah dangkal “jatuh” ke lapisan dibawahnya, terjadi equilibrium dimana ada air yang masuk ke zona lain yang bertekanan lebih rendah (tinggi muka airnya lebih rendah).
·    Permeabilitas sekitar sumur
Sistem pompa dan olah dapat ditingkatkan dengan pengolahan in situ atau variasisasi  komponen-komponen sistemnya untuk meningkatkan performa. Sebagai contoh, dapat dibuat sumur ekstraksi tambahan untuk memperluas luas bidang tangkapan sistem, atau sumur injeksi tambahan untuk meningkatkan pengontrolan gradien. Pengontrolan gradien dapat dilakukan dengan penambahan sebuah pengahalang vertikal, seperti dinding slurry atau penanaman lembaran.
Pemompaan pulsa dapat dilakukan untuk meningkatkan performa sistem sumur ekstraksi pada saat kinerjanya menurun. Dengan melakukan variasi terhadap laju kecepatan pompa pada tiap-tiap sumur (pemompaan adaptif), aliran yang menuju ke zona stagnan di antara sumur-sumur ekstraksi dapat ditingkatkan. Peningkatan sistem pompa dan olah lainnya yang dapat dilakukan adalah mengganti permeabilitas material aquifer. Pecahan-pecahan batu dapat meningkatkan hidrolis dan pnematik material aquifer. Surfaktan juga dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan kontaminan organik sehingga dapat meningkatkan optimasi remedisi air tanah.





Sumber :
Anonymous, 2013. Muka Air Tanah dalam http://hedihastriawan.wordpress.com/geologi-dasar-3/muka-air-tanah/ diakses 28 mei 2013
Bisri, M. 2008. Airtanah. Malang : Tirta  Media.
Boby, H. 2012. Geografi Lingkungan. Pacitan.http://geoenviron.blogspot.com/.
Erdelyi, M., & Galfi, J. 1988. ”Surface And Subsurface Mapping In Hydrogeology”. Budapest: Akademiai Kiado.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar