BULE atau burger lele ini merupakan hasil karya PKM-K ku yang aku lakuin pada semester 3 lalu. aku bekerjasama dengan beberapa mahasiswa FPIK, dan membuat rancangan PKM-K BULE atau burger lele.
usaha yang aku lakukan ini lumayan sukses dengan keuntungan yaaa masih sedikit sih. tapi gapapa, kan belajar berwirausaha :D hehe
Namun saat ini burger lele masih terhenti, karena tidak adanya tenaga kerja atau sumber daya manusia yang mengelola ini karena yang bekerjasama dengan aku udah pada lulus semua orangnya ..., selain itu dana juga belum ada. Jadi yaaahhh burger lele tutup dulu, hehe ^^
Siapa tau nanti kita bisa ketemu kembali, dan mengembangkan usaha burger lele ini ...
Pada tugas mata kuliah MPO atau Manajemen Produksi dan Operasi, aku membuat Business Plan dari produk BULE yang beberapa semeseter lalu aku kerjain, inilah hasilnya ...
siapa tahu menginspirasi temen-temen :D
I.
PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Berdirinya Usaha
Nama Perusahaan/Usaha : PT. Burger Lele “BULE”
Bidang Usaha :
Makanan Siap Saji
Jenis Produk :
Burger Lele “BULE”
Alamat Kantor dan Tempat Usaha : Jl. Sumbersari gang ¼ - Malang
Alamat Email : burgerlele@gmail.com
Mulai Berdiri Perusahaan :
01 Mei 2013
Burger atau
Hamburger merupakan makanan sejenis Sandwich. Terdiri dari roti bulat agak
pipih dan dibelah dua. Ditengahnya disisipkan lempengan daging cincang
berbumbu, disajikan dengan daun slada, irisan tomat, timun dan aneka saus. Burger
biasanya disajikan dengan cara di grill, namun ada juga yang di goreng. Ada
yang diproses secara tradisional dan modern. Daging burger ada yang diolah
secara tradisional dan pabrikan. Proses pabrikan umumnya bentuknya tipis-tipis
dan mudah didapat di pasar swalayan. Daging burger jenis ini sudah banyak di
pasaran dan masyarakat pun dapat dengan mudah membuat variasi burger. Daging
yang digunakannya pun bermacam-macam, ada daging sapi ada pula daging ayam,
ikan, udang, dan tahu untuk yang vegetarian.
Ikan yang disisipkan dalam burger ini dapat divariasi dengan menggunakan
ikan lele. Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias batrachurs memiliki kandungan
gizi yang tinggi. Kandungan gizi yang terkandung pada lele memiliki peranan
penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh antara lain sumber energi, protein,
lemak, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, tiamin, riblovavin, dan niasin. Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai
daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya
sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat.
Setiap manusia ingin hidup sehat dan
sejahtera, manusia akan memiliki produktifitas yang tinggi untuk mencapai
tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan
makanan yang bergizi baik. Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai
sumber, salah satunya adalah ikan lele. Prospek Budidaya ikan lele mempunyai
prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin
meningkat. Di Kabupaten Badung-Bali misalnya, produksinya telah mencapai
22,1 ton pertahun, tetapi sebagian permintaannya masih belum bisa
terpenuhi. Jabotabek meminta tak kurang 100 ton lele perhari. Sementara
Yogyakarta menghasilkan 7,902 ton, sedangkan yang dibutuhkan perhari adalah
antara 12-16 ton.
Dari berbagai tuntutan masyarakat dalam menggunakan suatu produk yang
sifatnya cepat dan praktis dan karena keterbatasan waktu dan kesibukan
menyebabkan makanan siap saji menjadi menu utama sehari-hari. Makanan siap saji
yang disediakan di rumah makan memberikan keuntungan dan kemudahan dalam
penyajian bagi konsumen.
Pada makan siap saji harus didasari oleh
pedoman pola makan sehat untuk masyarakat secara umum yang sering digunakan
adalah Empat Sehat Lima Sempurna, berbagai unsur makanan yang
biasa dimakan orang setiap hari, yaitu : Makanan utama berfungsi sebagai sumber
tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari.
Melihat
permintaan konsumen akan ikan lele yang semakin meningkat, namun pemanfaatan
akan pengolahan ikan lele yang belum maksimal, mendatangkan suatu inovasi baru
yaitu menciptakan makanan siap saji tiada duanya dengan mengganti daging dengan
ikan lele yang “Bule Easlands Gila (burger lele empat sehat lima
sempurna sekali gigit langsung terasa)” yang dapat melengkapi kebutuhan gizi
konsumen. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan suatu peluang bisnis pada
masyarakat agar dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup
masyarakat.
1.2 Visi dan Misi Usaha
Visi
a. Menciptakan
produk makanan siap saji “Burger Lele“ yang bergizi, sehat, serta disukai
konsumen.
b. Menciptakan
sebuah sentra usaha makanan siap saji “Burger Lele“ yang eksis, sukses dan profitable.
c. Membangun
Jaringan Wirausaha Berprestasi
Misi
a. Menjaga
kualitas produk makanan siap saji “Burger Lele“ dengan bahan baku yang memenuhi
standart dengan kualitas yang tinggi.
b. Menghasilkan produk makanan siap saji
“Burger Lele“ yang dapat dijangkau oleh seluruh
lapisan masyarakat dan bermanfaat untuk kesehatan.
c. Membangun
jaringan outlet “Burger Lele” yang tersebar diseluruh Indonesia.
II.
DESAIN
(STRATEGI) OPERASI DEPARTEMEN OPERASI MISI MANAJEMEN OPERASI
2.1
Aspek Rancangan Produk
a.
Dimensi Produk
Perusahaan BULE
“Burger Lele” adalah perusahaan yang menghasilkan produk makanan siap saji
dengan inovasi
burger yang menggunakan isi daging ikan lele yang bergizi serta dapat
di konsumsi untuk menggantikan nasi dengan harga yang mudah di jangkau.
b.
Nilai atau Manfaat Produk
1) Makanan
siap saji “Burger Lele” di buat dengan komposisi yang bergizi yang
dapat mengganjal perut untuk menggantikan nasi.
2) Makanan
siap saji “Burger Lele” banyak diminati oleh para remaja karena
rasanya yang lezat, bergizi, dan sudah menjadi hal yang umum dikonsumsi.
3) Menciptakan suatu inovasi baru untuk
mengembangkan bisnis di bidang makanan siap saji yang berbeda dari yang lain
yaitu burger dengan isi ikan lele.
2.2
Aspek Manajemen Kualitas
Kualitas dari “Burger Lele” tidak perlu diragukan,
karena kami menggunakan bahan-bahan yang berkualitas serta sehat. Bahan baku dari Makanan siap saji “Burger Lele”
sangat memadai karena ikan lele tersebut mudah dibudidayakan, pemeliharaanya
tidak sulit dan belum ada inovasi produk lain yang mencoba mengembangkan usaha
ini dengan memanfaatkan ikan lele sebagai pengganti daging pada
isi burger. Selain itu kami juga
melakukan uji pangan yang meliputi uji
karbohidrat, lemak, protein yang nantinya dapat digunakan untuk
mengetahui angka kandungan gizi yang ada pada “Burger Lele” sehingga masyarakat dapat
percaya terhadap produk kita dan produk kita dapat diakui secara global.
2.3
Aspek Rancangan Produk
Bahan baku dari Makanan siap saji “Burger Lele” sangat memadai
karena ikan lele tersebut mudah dibudidayakan, pemeliharaanya tidak sulit dan
belum ada inovasi produk lain yang mencoba mengembangkan usaha ini dengan
memanfaakan ikan lele sebagai pengganti daging pada isi burger. Untuk aspek
rancangan produk ada beberapa hal, antara lain yaitu :
a) Persiapan
lokasi
Penyiapan lokasi dan ruang produksi
b) Persiapan
bahan baku
Pembelian bahan baku berupa roti burger, tomat,
selada, kertas roti, dan ikan lele.
c) Persiapan
peralatan
Pembelian peralatan dan penataan peralatan
serta sarana dan prasaran.
d) Produksi
Proses
produksi dari kegiatan pembuatan makanan
siap saji “Burger Lele” dilakukan oleh tim dan sebagai pelaksana produksi dari
pembuatan makanan siap saji burger yaitu pelaksana akan membuat burger lele.
Kegiatan persiapan alat dan bahan baku akan di handle oleh tim pelaksana
kegiatan demikian juga untuk memproduksi pembuatan makanan siap saji burger
tersebut. Berikut ini merupakan tahap-tahap pembuatan makanan siap saji “Burger Lele” yaitu :
Dari diagram alur tersebut, pertama-tama kami melakukan
pengumpulan bahan baku, seperti sayuran, lele dan roti bun yang kami dapat dari pasar, pedagang sayur
dan toko roti. Kemudian kita melakukan pengolahan lele sehingga menjadi beef
untuk burger. Lalu melakukan pembersihan sayuran serta pemotongan sayuran, kemudian pengolahan
lele menjadi beef, dan dijadikan
“Burger Lele”.
2.4 Aspek
Pemilihan Lokasi
Untuk pembuatan produksi “Burger Lele” ini dilakukan
di rumah sendiri, sedangkan lokasi untuk pemasaran kami memilih tempat-tempat
yang strategis, diantaranya :
· Pemasaran produk ini memasuki pasaran lokal di
Kota Malang dekat Universitas Brawijaya.
· Koperasi dan bursa mahasiswa di kampus.
· Ruko ruko dekat wilayah tempat kos mahasiswa
Universitas Brawijaya.
Luas Lokasi Pabrik
Letak perusahaan yang strategis sangat menentukan
nasip perusahaan tersebut. Strategis dsini memiliki banyak factor, beberapa di
antaranya adalah transportasi yang mudah diakses oleh konsumen serta dekat
dengan sumber bahan baku. Luas perusahaan disini adalah 200 m2.
Dimana terdiri dari gedung utama yang terdiri dari 90 m2, dimana
gedung tersebut berisi tempat produksi outlet penjualan, kantor, dan kamar
mandi. Sedangkan sisanya terdapat lapangan parkir karyawan dan pengunjung,
gudang bahan baku, mushola, dan taman.
2.5
Aspek Rancangan Tata Letak
Untuk tata letak, perusahaan “Burger Lele” memilih Lokasi
pelaksanaan usaha yang
terletak di Jl. Sumber Sari Gg ¼ Malang. Lokasi ini dipilih karena tempatnya
strategis dan cukup luas.
Karena lokasi tersebut dekat dengan lingkungan kampus dan kos-kosan yang
notabene didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi.
2.6
Aspek Sumber Daya Manusia dan Rancangan Pekerjaan
Pemilihan tenaga kerja perusahaan “Burger Lele”
memilih orang yang benar-benar berkualitas dan paham mengenai manajemen
produksi, operasi dan keuangan. Untuk karyawan yang
akan di rekrut atau diperkerjakan pada perusahaan “Burger Lele” ini
yaitu orang yang bertanggung jawab, jujur, minimal lulusan SMA, dan tidak ada
catatan kriminal.
Sumberdaya
Manusia dalam Burger Lele menjadi hal yang riskan, karena ketrampilan dan skill
yang dimiliki karyawan akan menentukan kualitas produk dan service pada
konsumen. Sehingga dalam Burger Lele dilakukan screaning dalam pemilihan
pegawai, dimana lamaran untuk pegawai dibuka dengan syarat khusus, bagi calon
pegawai yang berkasnya ketrima akan dilakukan tes wawancara. Setelah lolos
tahap wawancara, pegawai baru akan dilakukan traning untuk pemula selama 3
bulan dengan penempatan langsung ke lapang di setiap bagian untuk mengetahui
keahlian yang dimiliki, sehingga setiap pegawai memiliki job desk yang sessuai.
Dalam burger
lele ini memiliki 27 orang tenaga kerja mulai dari Direktur, hingga Staf nya.
Semua karyawan disini adalah mereka yang terlatih dan memiliki kualifikasi yang
tinggi, serta adanya rasa kekeluargaan yang erat, sehingga kerja dalam tim yang
ada di burger lele ini dapat dijalankan dengan kompak.
2.7
Manajemen Rantai Pasokan
Untuk pasokan bahan perusahaan
“Burger Lele” telah melakukan survei serta bekerjasama dengan beberapa instansi
untuk memastikan pasokan bahan dapat tersedia
secara kontinyu serta dapat memilih kualitas bahan yang baik. Kemudian
didapatakan bahan yang digunakan untuk membuat “Burger Lele”
antara lain yaitu roti bun, tomat, bawang bombai, selada, beef lele, saos, mayonaise, plastik
klip 4x6, dan bungkus burger. Bahan-bahan tersebut tidaklah susah untuk
mendapatkannya. Untuk sayuran kami
melakukan kerjasama dengan beberapa pedagang di pasar Merjosari, begitu juga
untuk roti bun kami juga melakukan kerjasama dengan toko roti dengan kualitas
yang baik.
2.8
Aspek Persediaan
Untuk persediaan bahan baku kami hanya
menyediakan bahan baku yang dapat tahan lama seperti plastik dan saos sambal.
Untuk roti bun, beef, dan sayuran kami membelinya setiap kali akan produksi,
agar “Burger Lele” tetap fresh, karena bahan-bahan tersebut tidak dapat tahan
lama.
2.9
Aspek Penjadwalan
Dalam pembuatan “Burger Lele” ini kami
melakukannya sebanyak 7 kali produksi dalam seminggu, yaitu mulai dari hari
senin-minggu kecuali pada hari besar atau hari libur. Setiap 1 kali produksi
“Burger Lele” kami mampu menghasilkan 40 buah burger yang produksi tersebut
kami lakukan pada pagi hari.
|
No.
|
Jenis kegiatan
|
Bulan-ke
|
|||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||||||||||||||
|
i
|
ii
|
iii
|
iv
|
i
|
ii
|
iii
|
iv
|
i
|
ii
|
iii
|
iv
|
i
|
ii
|
iii
|
iv
|
||
|
1.
|
Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Penyiapan lokasi dan peralatan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Persiapan bahan baku
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Produksi dan pemasaran
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Evaluasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.10 Aspek Pemeliharaan
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan “Burger
Lele” aman, steril, dan terjamin untuk
digunakan. Peralatan tersebut antara lain yaitu blender, panci, pengorengan, penanak
nasi, pisau, teflon, kompor, dsb yang semuanya kegiatan pemeliharaanya
sangatlah mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal, sehingga tidak ada
kesulitan dalam kegiatan pemeliharaan peralatan. Untuk pemeliharaan bahan baku
seperti beef dan sayuran dapat dimasukkan ke dalam mesin pendingin agar tetap
fresh.
2.11
Strategi Pemasaran
a. Segmentation (Segmentasi)
Umumnya
masyarakat menyukai makanan siap saji
yang mengenyangkan dan harganya relatif terjangkau. Kebanyakan masyarakat menginginkan makanan yang
cepat dalam penyajianya dan bergizi. Masyarakat umum ini dibedakan antara lain
yaitu mulai dari anak-anak, dewasa, dan keluarga.
b. Targetting
Masyarakat
luas yaitu mahasiswa sebagai target
utamanya yang sesuai dengan pola hidup anak muda sekarang yang menyukai makanan
siap saji.
c. Positioning
“Burger Lele” mempunyai ciri khas yang berbeda dari burger lain
diantaranya adalah efisien waktu cara penyajian, roti bun tanpa digoreng namun
tidak mempengaruhi nilai gizi burger, yang menonjol dan unik disini adalah beef
yang digunakan terbuat dari bahan dasar ikan lele yang diolah dengan bumbu
pilihan sehingga tidak berbau amis. Dengan ciri khas yang unik dari “Burger Lele” ini diharapkan bisa mendapat
tempat di hati masyarakat.
d.
Marketing Mix
1.
Produk
Produk yang
ditawarkan untuk dijual dipasaran harus
bergizi karena sudah diuji nutrisinya dan aman jika dikonsumsi. “Buger Lele” yang kami buat memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan burger umum lainya. Rasa beef lele yang higienis
lain dari pada yang lain. Membuat orang yang tidak suka memakan ikan lele
menjadi suka makan ikan lele.
2.
Harga
Harga yang akan ditawarkan untuk “Burger Lele” ini sangat terjangkau dan
ekonomis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar