Total Tayangan Halaman

Senin, 30 Desember 2013

BUSINESS PLAN "BURGER LELE (BULE)"

Burger lele ... pernah dengar ? atau udah pernah makan ?
BULE atau burger lele ini merupakan hasil karya PKM-K ku yang aku lakuin pada semester 3 lalu. aku bekerjasama dengan beberapa mahasiswa FPIK, dan membuat rancangan PKM-K BULE atau burger lele.
usaha yang aku lakukan ini lumayan sukses dengan keuntungan yaaa masih sedikit sih. tapi gapapa, kan belajar berwirausaha :D hehe

Namun saat ini burger lele masih terhenti, karena tidak adanya tenaga kerja atau sumber daya manusia yang mengelola ini karena yang bekerjasama dengan aku udah pada lulus semua orangnya ..., selain itu dana juga belum ada. Jadi yaaahhh burger lele tutup dulu, hehe ^^
Siapa tau nanti kita bisa ketemu kembali, dan mengembangkan usaha burger lele ini ...

Pada tugas mata kuliah MPO atau Manajemen Produksi dan Operasi, aku membuat Business Plan dari produk BULE yang beberapa semeseter lalu aku kerjain, inilah hasilnya ...
siapa tahu menginspirasi temen-temen :D





I.       PENDAHULUAN
1.1  Sejarah Berdirinya Usaha
Nama Perusahaan/Usaha                           : PT. Burger Lele “BULE”
Bidang Usaha                                           : Makanan Siap Saji
Jenis Produk                                              : Burger Lele “BULE”
Alamat Kantor dan Tempat Usaha           : Jl. Sumbersari gang ¼  - Malang
Alamat  Email                                           : burgerlele@gmail.com
Mulai Berdiri Perusahaan                          : 01 Mei 2013

Burger atau Hamburger merupakan makanan sejenis Sandwich. Terdiri dari roti bulat agak pipih dan dibelah dua. Ditengahnya disisipkan lempengan daging cincang berbumbu, disajikan dengan daun slada, irisan tomat, timun dan aneka saus. Burger biasanya disajikan dengan cara di grill, namun ada juga yang di goreng. Ada yang diproses secara tradisional dan modern. Daging burger ada yang diolah secara tradisional dan pabrikan. Proses pabrikan umumnya bentuknya tipis-tipis dan mudah didapat di pasar swalayan. Daging burger jenis ini sudah banyak di pasaran dan masyarakat pun dapat dengan mudah membuat variasi burger. Daging yang digunakannya pun bermacam-macam, ada daging sapi ada pula daging ayam, ikan, udang, dan tahu untuk yang vegetarian.
       Ikan yang disisipkan dalam burger ini dapat divariasi dengan menggunakan ikan lele. Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias batrachurs memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kandungan gizi yang terkandung pada lele memiliki peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh antara lain sumber energi, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, tiamin, riblovavin, dan niasin. Permintaan konsumen terhadap ikan lele semakin meningkat di berbagai daerah. Budidaya ikan konsumsi ini sangat potensial dan prospek pengembangannya sangat bermanfaat untuk meningkatkan protein yang dibutuhkan masyarakat.
       Setiap manusia ingin hidup sehat dan sejahtera, manusia akan memiliki produktifitas yang tinggi untuk mencapai tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kehidupan yang demikian manusia membutuhkan makanan yang bergizi baik. Makanan bergizi dapat diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah ikan lele. Prospek Budidaya ikan lele mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Di Kabupaten Badung-Bali misalnya, produksinya telah mencapai 22,1 ton pertahun, tetapi sebagian permintaannya masih belum bisa terpenuhi. Jabotabek meminta tak kurang 100 ton lele perhari. Sementara Yogyakarta menghasilkan 7,902 ton, sedangkan yang dibutuhkan perhari adalah antara 12-16 ton.
       Dari berbagai tuntutan masyarakat dalam menggunakan suatu produk yang sifatnya cepat dan praktis dan karena keterbatasan waktu dan kesibukan menyebabkan makanan siap saji menjadi menu utama sehari-hari. Makanan siap saji yang disediakan di rumah makan memberikan keuntungan dan kemudahan dalam penyajian bagi konsumen.
       Pada makan siap saji harus didasari oleh pedoman pola makan sehat untuk masyarakat secara umum yang sering digunakan adalah Empat Sehat Lima Sempurna, berbagai unsur makanan yang biasa dimakan orang setiap hari, yaitu : Makanan utama berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari.
       Melihat permintaan konsumen akan ikan lele yang semakin meningkat, namun pemanfaatan akan pengolahan ikan lele yang belum maksimal, mendatangkan suatu inovasi baru yaitu menciptakan makanan siap saji tiada duanya dengan mengganti daging dengan ikan lele yang “Bule Easlands Gila (burger lele empat sehat lima sempurna sekali gigit langsung terasa)” yang dapat melengkapi kebutuhan gizi konsumen. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan suatu peluang bisnis pada masyarakat agar dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

1.2  Visi dan Misi Usaha
Visi
a.       Menciptakan produk makanan siap saji “Burger Lele“ yang bergizi, sehat, serta disukai konsumen.
b.      Menciptakan sebuah sentra usaha makanan siap saji “Burger Lele“ yang eksis, sukses dan profitable.
c.       Membangun Jaringan Wirausaha Berprestasi
Misi
a.       Menjaga kualitas produk makanan siap saji “Burger Lele“ dengan bahan baku yang memenuhi standart dengan kualitas yang tinggi.
b.      Menghasilkan produk makanan siap saji “Burger Lele“ yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan bermanfaat untuk kesehatan.
c.       Membangun jaringan outlet “Burger Lele” yang tersebar diseluruh Indonesia.

II.       DESAIN (STRATEGI) OPERASI DEPARTEMEN OPERASI MISI MANAJEMEN OPERASI
2.1 Aspek Rancangan Produk
a.       Dimensi Produk






Perusahaan BULE “Burger Lele” adalah perusahaan yang menghasilkan produk makanan siap saji dengan inovasi burger yang menggunakan isi daging ikan lele yang bergizi serta dapat di konsumsi untuk menggantikan nasi dengan harga yang mudah di jangkau.
b.      Nilai atau Manfaat Produk
1)      Makanan siap saji “Burger Lele” di buat dengan komposisi yang bergizi yang dapat mengganjal perut untuk menggantikan nasi.
2)      Makanan siap saji “Burger Lele” banyak diminati oleh para remaja karena rasanya yang lezat, bergizi, dan sudah menjadi hal yang umum dikonsumsi.
3)      Menciptakan suatu inovasi baru untuk mengembangkan bisnis di bidang makanan siap saji yang berbeda dari yang lain yaitu burger dengan isi ikan  lele.
2.2 Aspek Manajemen Kualitas
Kualitas dari “Burger Lele” tidak perlu diragukan, karena kami menggunakan bahan-bahan yang berkualitas serta sehat. Bahan baku dari Makanan siap saji “Burger Lele” sangat memadai karena ikan lele tersebut mudah dibudidayakan, pemeliharaanya tidak sulit dan belum ada inovasi produk lain yang mencoba mengembangkan usaha ini dengan memanfaatkan ikan lele sebagai pengganti daging pada isi burger. Selain itu kami juga melakukan uji pangan  yang meliputi uji  karbohidrat, lemak, protein yang nantinya dapat digunakan untuk mengetahui angka kandungan gizi yang ada pada “Burger Lele” sehingga masyarakat dapat percaya terhadap produk kita dan produk kita dapat diakui secara global.
2.3 Aspek Rancangan Produk
Bahan baku dari Makanan siap saji “Burger Lele” sangat memadai karena ikan lele tersebut mudah dibudidayakan, pemeliharaanya tidak sulit dan belum ada inovasi produk lain yang mencoba mengembangkan usaha ini dengan memanfaakan ikan lele sebagai pengganti daging pada isi burger. Untuk aspek rancangan produk ada beberapa hal, antara lain yaitu :
a)    Persiapan lokasi
Penyiapan lokasi dan ruang produksi
b)   Persiapan bahan baku
Pembelian bahan baku berupa roti burger, tomat, selada, kertas roti, dan ikan lele.
c)    Persiapan peralatan
Pembelian peralatan dan penataan peralatan serta sarana dan prasaran.
d)   Produksi
Proses produksi dari kegiatan pembuatan  makanan siap saji “Burger Lele” dilakukan oleh tim dan sebagai pelaksana produksi dari pembuatan makanan siap saji burger yaitu pelaksana akan membuat burger lele. Kegiatan persiapan alat dan bahan baku akan di handle oleh tim pelaksana kegiatan demikian juga untuk memproduksi pembuatan makanan siap saji burger tersebut. Berikut ini merupakan tahap-tahap pembuatan makanan siap saji “Burger Lele yaitu :










Dari diagram alur tersebut, pertama-tama kami melakukan pengumpulan bahan baku, seperti sayuran, lele dan roti bun yang kami dapat dari pasar,  pedagang sayur dan toko roti. Kemudian kita melakukan pengolahan lele sehingga menjadi beef untuk burger. Lalu melakukan pembersihan sayuran serta pemotongan sayuran, kemudian pengolahan lele menjadi beef, dan dijadikan “Burger Lele”.
2.4 Aspek Pemilihan Lokasi
Untuk pembuatan produksi “Burger Lele” ini dilakukan di rumah sendiri, sedangkan lokasi untuk pemasaran kami memilih tempat-tempat yang strategis, diantaranya :
·    Pemasaran produk ini memasuki pasaran lokal di Kota Malang dekat Universitas Brawijaya.
·    Koperasi dan bursa mahasiswa di kampus.
·    Ruko ruko dekat wilayah tempat kos mahasiswa Universitas Brawijaya.

Luas Lokasi Pabrik










Letak perusahaan yang strategis sangat menentukan nasip perusahaan tersebut. Strategis dsini memiliki banyak factor, beberapa di antaranya adalah transportasi yang mudah diakses oleh konsumen serta dekat dengan sumber bahan baku. Luas perusahaan disini adalah 200 m2. Dimana terdiri dari gedung utama yang terdiri dari 90 m2, dimana gedung tersebut berisi tempat produksi outlet penjualan, kantor, dan kamar mandi. Sedangkan sisanya terdapat lapangan parkir karyawan dan pengunjung, gudang bahan baku, mushola, dan taman.

2.5 Aspek Rancangan Tata Letak
Untuk tata letak, perusahaan “Burger Lele” memilih Lokasi pelaksanaan usaha yang terletak di Jl. Sumber Sari Gg ¼ Malang. Lokasi ini dipilih karena tempatnya strategis dan cukup luas. Karena lokasi tersebut dekat dengan lingkungan kampus dan kos-kosan yang notabene didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi.
2.6 Aspek Sumber Daya Manusia dan Rancangan Pekerjaan
Pemilihan tenaga kerja perusahaan “Burger Lele” memilih orang yang benar-benar berkualitas dan paham mengenai manajemen produksi, operasi dan keuangan. Untuk karyawan yang akan di rekrut atau diperkerjakan pada perusahaan “Burger Lele” ini yaitu orang yang bertanggung jawab, jujur, minimal lulusan SMA, dan tidak ada catatan kriminal.





                                    



Sumberdaya Manusia dalam Burger Lele menjadi hal yang riskan, karena ketrampilan dan skill yang dimiliki karyawan akan menentukan kualitas produk dan service pada konsumen. Sehingga dalam Burger Lele dilakukan screaning dalam pemilihan pegawai, dimana lamaran untuk pegawai dibuka dengan syarat khusus, bagi calon pegawai yang berkasnya ketrima akan dilakukan tes wawancara. Setelah lolos tahap wawancara, pegawai baru akan dilakukan traning untuk pemula selama 3 bulan dengan penempatan langsung ke lapang di setiap bagian untuk mengetahui keahlian yang dimiliki, sehingga setiap pegawai memiliki job desk yang sessuai.
Dalam burger lele ini memiliki 27 orang tenaga kerja mulai dari Direktur, hingga Staf nya. Semua karyawan disini adalah mereka yang terlatih dan memiliki kualifikasi yang tinggi, serta adanya rasa kekeluargaan yang erat, sehingga kerja dalam tim yang ada di burger lele ini dapat dijalankan dengan kompak.

2.7 Manajemen Rantai Pasokan
Untuk pasokan bahan perusahaan “Burger Lele” telah melakukan survei serta bekerjasama dengan beberapa instansi untuk memastikan pasokan bahan dapat tersedia secara kontinyu serta dapat memilih kualitas bahan yang baik. Kemudian didapatakan bahan yang digunakan untuk membuat “Burger Lele” antara lain yaitu roti bun, tomat, bawang bombai,  selada, beef lele, saos, mayonaise, plastik klip 4x6, dan bungkus burger. Bahan-bahan tersebut tidaklah susah untuk mendapatkannya. Untuk sayuran kami melakukan kerjasama dengan beberapa pedagang di pasar Merjosari, begitu juga untuk roti bun kami juga melakukan kerjasama dengan toko roti dengan kualitas yang baik.
2.8 Aspek Persediaan
Untuk persediaan bahan baku kami hanya menyediakan bahan baku yang dapat tahan lama seperti plastik dan saos sambal. Untuk roti bun, beef, dan sayuran kami membelinya setiap kali akan produksi, agar “Burger Lele” tetap fresh, karena bahan-bahan tersebut tidak dapat tahan lama.
2.9 Aspek Penjadwalan
Dalam pembuatan “Burger Lele” ini kami melakukannya sebanyak 7 kali produksi dalam seminggu, yaitu mulai dari hari senin-minggu kecuali pada hari besar atau hari libur. Setiap 1 kali produksi “Burger Lele” kami mampu menghasilkan 40 buah burger yang produksi tersebut kami lakukan pada pagi hari.


No.

Jenis kegiatan
Bulan-ke
1
2
3
4
i
ii
iii
iv
i
ii
iii
iv
i
ii
iii
iv
i
ii
iii
iv
1.
Persiapan
















2.
Penyiapan lokasi dan peralatan
















3.
Persiapan bahan baku
















4.
Produksi dan pemasaran
















5.
Evaluasi

















2.10 Aspek Pemeliharaan
Peralatan yang digunakan dalam pembuatan “Burger Lele”  aman, steril, dan terjamin untuk digunakan. Peralatan tersebut antara lain yaitu blender, panci, pengorengan, penanak nasi, pisau, teflon, kompor, dsb yang semuanya kegiatan pemeliharaanya sangatlah mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal, sehingga tidak ada kesulitan dalam kegiatan pemeliharaan peralatan. Untuk pemeliharaan bahan baku seperti beef dan sayuran dapat dimasukkan ke dalam mesin pendingin agar tetap fresh.
2.11 Strategi Pemasaran
a.      Segmentation (Segmentasi)
Umumnya masyarakat menyukai makanan siap saji yang mengenyangkan dan harganya relatif terjangkau. Kebanyakan masyarakat menginginkan makanan yang cepat dalam penyajianya dan bergizi. Masyarakat umum ini dibedakan antara lain yaitu mulai dari anak-anak, dewasa, dan keluarga.
b.      Targetting
Masyarakat luas yaitu mahasiswa sebagai target utamanya yang sesuai dengan pola hidup anak muda sekarang yang menyukai makanan siap saji.
c.       Positioning
“Burger Lele mempunyai ciri khas yang berbeda dari burger lain diantaranya adalah efisien waktu cara penyajian, roti bun tanpa digoreng namun tidak mempengaruhi nilai gizi burger, yang menonjol dan unik disini adalah beef yang digunakan terbuat dari bahan dasar ikan lele yang diolah dengan bumbu pilihan sehingga tidak berbau amis. Dengan ciri khas yang unik dari  “Burger Lele” ini diharapkan bisa mendapat tempat di hati masyarakat.
d.      Marketing Mix
1.  Produk
Produk yang ditawarkan untuk dijual dipasaran harus bergizi karena sudah diuji nutrisinya dan aman jika dikonsumsi. “Buger Lele yang kami buat memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan burger umum lainya. Rasa beef lele yang higienis lain dari pada yang lain. Membuat orang yang tidak suka memakan ikan lele menjadi suka makan ikan lele.
2.  Harga
Harga yang akan ditawarkan untuk “Burger Lele” ini sangat terjangkau dan ekonomis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar