Browning atau pencoklatan sering terjadi pada buah
apel. Ketika kita memakan buah tersebut maka pada potongan sisanya akan berubah
warna menjadi ke coklatan. Dalam ilmu pangan, gejala itu dinamai reaksi
enzimatis atau browning atau pencoklatan. Yaitu, terbentuknya warna coklat pada
bahan pangan secara alami atau karena proses tertentu. Pada kelompok
buah-buahan proses pencoklatan itu nampaknya tak dikehendaki karena warnanya
menjadi tidak segar. Pencoklatan pada buah apel setelah di kupas
disebabkan oleh aktifitas enzim polifenol oksidase, yang dengan
bantuan oksigen akan mengubah gugus monophenol menjadi o-hidroksi phenol, yang selanjutnya diubah lagi menjadi o-kuinon. Gugus o-kuinon
inilah yang membentuk warna coklat. Untuk
meminimalisir reaksi pencoklatan enzimatis, dapat dilakukan proses blansing
atau penambahan zat kimia.
PENDAHULUAN
Makan apel segar setiap
hari selalu baik untuk kesehatan. Dengan kandungan serat, vitamin A dan C,
kalium, pektin, air, gula dan antioksidan, apel pun menjadi buah paling ideal
untuk dikonsumsi setiap hari. Namun, apel harus segera dikonsumsi setelah
dipotong-potong. Sebab, jika Anda memotong dan menyimpannya, rasanya akan
berbeda. Apel akan berubah menjadi cokelat bila terkena udara selama beberapa
waktu. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa Apel Berwarna Coklat Ketika
Dipotong?
PEMBAHASAN
Apel adalah buah pomaceous
dengan ruang biji di dalamnya sementara bagian luarnya berdaging dan berair.
Selain vitamin A dan C, kalium, serat, air dan nutrisi lainnya, apel mengandung
enzim yang disebut “oksidase polifenol (PPO) atau tryosinase.” Enzim inilah
yang bertanggung jawab atas warna coklat apel. Ketika apel diiris atau digigit,
enzim tersebut muncul dan bereaksi dengan oksigen sehingga mengoksidasi senyawa
fenolik yang dalam jaringan apel, o-kuinon. O-kuinon kemudian menghasilkan
produk-produk sekunder berwarna coklat yang merubah dari warna asli apel.
Mencegah Apel Agar Tidak
Berwarna Coklat
Tingkat aktivitas PPO dan
konsentrasi substrat dalam setiap apel bervariasi, tergantung pada kematangan
apel dan kondisinya. Kadang-kadang, perlu untuk memotong dan menyimpan apel,
khususnya saat apel akan dihidangkan kepada para tamu. Oleh karena itu, amat
penting untuk mencegah apel agar tak berwarna coklat. Berikut adalah beberapa
cara untuk mencegah perubahan warna apel.
1. Memilih apel yang memiliki aktivitas PPO dan konsentrasi substrat rendah. Sayangnya, metode ini memerlukan biaya
2. Cara termudah untuk mencegah apel agar tak berwarna coklat adalah menyikat potongan apel dengan jus lemon atau jus nanas. Kedua jus ini bisa memperlambat menyebabkan aktivitas PPO
3. Menyikat bagian-bagian apel yang terbuka dengan sirup gula atau air garam. Tindakan ini mengurangi difusi oksigen dan memperlambat proses kematangan
3. Celupkan potongan apel ke dalam asam askorbat atau soda kapur lemon. Keduanya bertindak sebagai solusi anti kecoklatan.
4. Dibungkus dengan plastik atau dipanaskan dalam air mendidih juga dapat mencegah apel berwarna coklat setelah dipotong.
5. Cara terbaik untuk mencegah reaksi kematangan adalah untuk menempatkan irisan apel dalam jus apel. Asam dalam jus apel mencegah proses oksidasi dan mempertahankan rasa apel.
1. Memilih apel yang memiliki aktivitas PPO dan konsentrasi substrat rendah. Sayangnya, metode ini memerlukan biaya
2. Cara termudah untuk mencegah apel agar tak berwarna coklat adalah menyikat potongan apel dengan jus lemon atau jus nanas. Kedua jus ini bisa memperlambat menyebabkan aktivitas PPO
3. Menyikat bagian-bagian apel yang terbuka dengan sirup gula atau air garam. Tindakan ini mengurangi difusi oksigen dan memperlambat proses kematangan
3. Celupkan potongan apel ke dalam asam askorbat atau soda kapur lemon. Keduanya bertindak sebagai solusi anti kecoklatan.
4. Dibungkus dengan plastik atau dipanaskan dalam air mendidih juga dapat mencegah apel berwarna coklat setelah dipotong.
5. Cara terbaik untuk mencegah reaksi kematangan adalah untuk menempatkan irisan apel dalam jus apel. Asam dalam jus apel mencegah proses oksidasi dan mempertahankan rasa apel.
REFERENSI :
Cheng GW, Crisosto CG. 2005. Browning potential,
phenolic composition, and polyphenoloxidase activity of buffer extracts of
peach and nectarine skin tissue. J. Amer. Soc. Horts. Sct. 120 (5):835-838.
Mardiah E. 1996. Penentuan aktivitas dan inhibisi
enzim polifenol oksidase dari apel (Pyrus malus Linn.). Jurnal Kimia Andalas 2:
2.
Anonymous, http://worthington-biochem.com

waduh...
BalasHapustapi kalau apel nya di bungkus kedap udara apakah akan browning juga ?
oh ya apel yang browning gimana kandungan vitamin nya ? apakah berkurang ? meningkat ? atau justru hilang ?