pertama, kita harus tahu kenapa kita menguap,
mengapa kita menguap ?
ilmuwan berpendapat kita menguap karena kita kekurangan oksigen didalam paru paru. kemudian tubuh memaksa mendapatkan oksigen untuk paru-paru . tubuh melalui otak akan menginstruksikan tindakan menguap tadi.
peneliti asal Amerika,Golden
Gallup, dia beramsumsi otak kita seperti komputer yg bisa bekerja
dengan baik pada suhu dingin. sehingga untuk suhu otak dingin melakukan
mekanisme menguap tadi .
nah sekarang mengapa saat menguap orang yang melihat kita ikut menguap ?
Golden Gallup berpendapat bahwa :
“Kami berpikir penyebab menguap itu
menular karena dipicu oleh mekanisme empatik yang berfungsi untuk
menjaga kewaspadaan kelompok. Karenanya menguap adalah tanda empati"
Penyebab lain menularnya menguap karena
aktifnya sistem saraf cermin (mirror neurons system) yaitu neuron yang
terletak di bagian depan setiap belahan otak vertebrata
tertentu. Ketika menerima stimulus (rangsangan) dari spesies yang
sama, maka spesies tersebut juga akan mengaktifkan daerah yang sama di
otak. Hal inilah yang menyebabkan seseorang akan menguap jika melihat
oang lain menguap.
Sistem saraf cermin ini bertindak sebagai
penggerak untuk meniru dan bertanggung jawab terhadap pembelajaran
manusia. Karenanya menguap sering dianggap sebagai cabang dari impuls
(gerakan) tiruan yang sama. Jika pusat dari sistem neuron cermin
tidak aktif saat melihat seseorang menguap, maka hal ini tidak akan
memiliki hubungan dengan keinginan merespons untuk menguap.
Semakin kuat seseorang ingin menguap,
maka semakin kuat aktivasi dari bagian otak periamygdalar kiri (Daerah
periamygdalar adalah zona yang terletak di samping amigdala dan struktur
bentuknya seperti kacang almond yang terletak jauh di dalam otak).
Hasil temuan ini merupakan tanda neurofisiologis pertama yang
mengungkapkan bahwa menguap bisa menular.
seperti saat teman kita sedang tertawa, kita juga berempati ikut tertawa. seperti itulah kenapa saat kita menguap orang yang melihat kita juga ikutan menguap .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar