Total Tayangan Halaman

Sabtu, 25 Mei 2013

this isn't good bye ~

Orang yang paling aku benci saat ini adalah diriku sendiri ..
Kenapa aku memberikan hatiku kepada seseorang yang sudah tidak aku kenali lagi
Kenapa aku terus mempercayai dan menunggunya meskipun aku telah benar benar merasa tersakiti
Kenapa aku masi tetap berjuang keras mendapatkan kembali cinta dan perhatiannya, sementara aku bukan lagi seseorang yang ada di hatinya
Bahkan setelah aku dilupakan, aku masih berharap dan menunggu telepon darinya ..
Tidakkah kau mengenaliku ? alasanku ada disini sekarang dalah karena dirimu
Seorang perempuan yang mencintaimu
Dia mencoba yang terbaik untuk cinta, mengikutimu setiap hari seperti bayangan
Dia berteriak didalam hatinya, berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini, sendiri .. cinta yang menyedihkan ..
-----oke cukup----
Sedikit barisan kata kias yang lagi ngegambarin hati sesorang jomblowati yang perasaan campur aduk karena di PHP-in sama tempat magang+ dapet kabar yang sangat bikin nyesek, yang kalau itu bener kenyataan, kayaknya bakalan gak ada kata maaf, #eaaa
Silakan deh kalo ada yang nganggep saya SUMO “susah move on” ato apalah, yang jelas namanya perasaan gak bisa dibohongin, tapi jangan kepedean ya, jadi famous juga bukan berarti bisa mainin hati orang kan ? :p
Berada di posisi saat ini juga bukan hanya perjuangan sendiri donk, pasti ada bantuan dan doa dari orang-orang yang kamu gak akan pernah duga. So kalo ternyata sudah sampai pada satu titik dimana itu adalah tujuan nya dan kemudian lupa sama awal dari perjuangan, apa yang akan terjadi ? mungkin bunga melati tak akan ada lagi didepan rumah, layu karena tidak pernah mendapat rintik air dari sang pemilik, dan mati karena selalu mendapat cahaya matahari yang berlebih tanpa mendapat sejuknya udara yang rindang J

Akhir akhir ini rasanya sedih sekali, setelah beberapa bulan di PHP-in sama tempat magang, padahal udah sreg banget mau kesana, uda mantep topik+tempat, ternyata semua hanya PHP :’(
Yang bikin sedih lagi, beberapa hari uda cari cari tempat tetap saja gak ada yang bisa nerima, hiks
Sedih banget, enak ya, yang uda ditentuin tempat magangnya, pasti gatau deh rasanya sulitnya cari tempat magang, sama kaya sulitnya nyari pekerjaan, ini nyata ..
Huuuuuhh
Ku kira kamu orang yang tepat buat mendengar ceritaku, ternyata engga kayaknya, dari 24 jam mu, dari 7 hari dalam seminggu, dari 30 hari dalam sebulan, apa aku selalu mengelilimu ? engga kan, Cuma sebentar kok, harusnya saya sadar, saya bukan lagi sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian, bukan sesuatu yang akan menjadi tempat berfikirnya, saya lho kok gak sadar-sadar, kemana aja sih saya ? kemana aja ? sudah ditinggal kemana-mana masih saja itu itu yang dipikirin, ahahaha :D
Heran deh, segitunya ya saya ? hahaha, perlu sekolah kepribadian ini, biar bisa mengolah kepribadian yang lemah ini,
Bener kata temen ya, kayaknya mending gak jadi orang yang setia, biar cepat move on, cepat melupakan masalah, dan cepat menemukan yang baru :D
Emang bodo banget binar :D mau aja mikirin orang yang udah bahagia sama dunianya sendiri, dia udah dekat dengan yang lebih baik bin, sadar kenapa –“

Pernah ga ngerasain lagi ngobrol, terus yg diajak ngobrol lagi asyik di sosmed ? wuuuuhhh, nyebelin banget kan, gak ngerasain jadi aku sih, makanya orang-orang pada nganggep remeh --_____--
Seharian dikamar, diwaktu bersamaan dapet kabar buruk+lihat kabar buruknya,
Rasanya nyesek banget, bener kaya gitu ya, kalo uda gak merasa bukan urusannya, maka gak akan peduli lagi, padahal kan dulu aku juga sering bantu, sekarang peduli aja engga, kayaknya memang dunia sendiri itu lebih asyik ya daripada dunia orang lain , meskipun ada yang kesulitan dan butuh bantuan seseorang untuk meringankan beban pikirannya, ku kira gak ngerti itu ..

Gini ya rasanya jadi orang melankolis, uda sukanya nangis, gak tegaan, tapi suka di tegain sama orang L
Nyanyi dikit yaa , ini lagu westlife kesukaan :D hihih
.....if you should ever find someone new, i know she better be good to you....
Hahahha :D sori ya westlife tak ganti dikit liriknya, habis subyeknya cowo sih :D

Semoga gak ada yang  ngerasaain di PHP-in sama orang + tempat magang kaya aku, gak enak deh, suerr –v
Tau gak, tau gak, tau gak ??
Gak tau kan, makanya jangan nyoba deh ..
Pengen upload movie maker bikinanku yang unyu, sayang sinyal wifi gak siip nih, biasanya kos-kosan yang dempet-dempet, bikin sinyal rebutan , huhuhuhhuuu

KENAPA MANUSIA TIDAK BISA DI KULTUR JARINGAN ?

1.      PERBEDAAN ANTARA TUMBUHAN DAN HEWAN

No
Persamaan
Perbedaan
Tumbuhan
Hewan
1.
Bernafas
a).System bernafas dengan aerob
a).System bernafas dengan difusi
b).System bernafas dengan anaerob
b).System bernafas dengan trakea

c).System bernafas dengan insang
2.
Berkembang biak
a). Berkembang secara generative (penyerbukan)
a).Berkembang secara generative (eksternal,internal),(ovipar,vivipar,ovovivipar)
b).Berkembang secara vegetative (alami,buatan)
b).Berkembang secara vegetatif (fragmentasi,tunas)
3.
Tanggap terhadap rangsangan (Iribalitas)
a). Gerak autonom
a)Gerak melompat
b). Gerak esionom
b)Gerak merayap
c). Gerak higroskofis
c)Gerak terbang
4.
Tumbuh dan berkembang
a).Pengaruh cahaya matahari
a).Tumbuh besar
b).Pengaruh Suhu dan kelembaban
b).Tumbuh dewasa
c).Pengaruh Air dan unsur tanah

5.
Memerlukan makan dan air
a).Pupuk
a).Makanan atau nutrisi
b).Air dan udara
b).Air dan udara
c).Nutrisi unsur hara tanah


2.      JARINGAN
Kultur jaringan atau biakan jaringan merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial). Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro, sebagai lawan dari in vivo. Dikatakan in vitro (bahasa Latin, berarti “di dalam kaca”) karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya.

Jaringan hewan (termasuk manusia)
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam:
1. Eksotelium: epitel yang membungkus bagian luar tubuh
2. Endotelium: epitel yang melapisi organ dalam tubuh
3. Mesotelium: epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelium yakni:
a. Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
b. Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
c. Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
d. Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
e. Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
f. Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
g. Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
h. Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
i. Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan
  • Jaringan pengikat.
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
  • Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
  • Jaringan saraf.
adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
  • Jaringan penyokong
adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk tubuh.

Jaringan tumbuhan
Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan tidak memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana hewan. Meskipun demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan. Jaringan yang aktif memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristematik, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.

Jaringan meristematik
Jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel punca (stem cells) hewan. Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem antara/interkalar). Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi untuk diperbanyak secara in vitro. Dalam jargon kultur jaringan, sel-sel ini dikatakan bersifat embrionik ("dapat membentuk embrio"). Jaringan meristematik juga terbentuk apabila ada bagian tumbuhan yang terbuka, misalnya karena terluka. Mobilisasi beberapa fitohormon, biasanya auksin dan sitokinin, akan memicu terbentuknya sel-sel meristem yang membentuk semacam jaringan tidak terdiferensiasi yang disebut kalus.

Jaringan permanen
Jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: epidermis (jaringan pelindung, terdiri dari sel-sel yang menyusun lapisan luar daun dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda), jaringan pengangkut (menyusun xilem dan floem), dan jaringan dasar (mencakup parenkim, klorenkim, kolenkim, dan sklerenkim).
Epidermis melindungi bagian dalam organ sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis dapat dilindungi oleh lapisan tipis di bagian luar yang dikenal sebagai kutikula. Dapat juga ditemukan lapisan malam (wax). Sel-sel epidermis biasanya berbentuk segi empat apabila dilihat dari samping, berjajar homogen. Namun demikian, epidermis dapat mengalami perubahan menjadi sel-sel penutup atau sel penjaga stomata beserta beberapa sel tetangga, trikoma (miang atau rambut daun/batang), duri, serta rambut kelenjar.
Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Gymnospermae memiliki jaringan trakeida, serabut trakeida, dan parenkim kayu sebagai penyusun xilem. Angiospermae memiliki tambahan jaringan trakea selain jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem (pembuluh tapis) tersusun dari jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.
Jaringan dasar menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan (biomassa). Kelompok jaringan ini memiliki banyak fungsi tergantung tempat ia berada. Seringkali ia mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu (seperti alkaloid dan terpenoid). Jaringan ini juga dapat mengalami kematian dengan mengosongkan isi sel-selnya untuk membentuk struktur berongga (aerenkim) seperti ruang dalam gelembung pada tangkai daun eceng gondok atau rongga dalam buluh bambu.

KULTUR JARINGAN
Kultur jaringan atau biakan jaringan merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial). Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro, sebagai lawan dari in vivo. Dikatakan in vitro (bahasa Latin, berarti “di dalam kaca”) karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga  tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Kultur jaringan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membuat bagian tanaman (akar, tunas, jaringan tumbuh tanaman) tumbuh menjadi tanaman utuh (sempurna) dikondisi invitro (didalam gelas). Keuntungan dari kultur jaringan lebih hemat tempat, hemat waktu, dan tanaman yang diperbanyak dengan kultur jaringan mempunyai sifat sama atau seragam dengan induknya. Contoh tanaman yang sudah lazim diperbanyak secara kultur jaringan adalah tanaman anggrek.

Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
1) Pembuatan media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.  Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon.  Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.  Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.  Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca.  Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
2) Inisiasi
Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
3) Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.  Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
4) Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.  Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
5) Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik.  Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
6) Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dll. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Selain itu, dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat. Perbanyakan bibit dengan teknik kultur jaringan, kultur organ, dan embiogenesis somatik dapat pula diterapkan pada jaringan hewan dan manusia. Tidak seperti pada tumbuhan, kultur pada hewan dan manusia tidak dapat dikembangkan menjadi individu baru.

KENAPA KULTUR JARINGAN TIDAK DAPAT DITERAPKAN PADA MANUSIA ?
Karena sel-sel embriotik yang berfungsi membentuk jaringan tubuh dan bagian tubuh lainnya hanya aktif saat manusia berada di kandungan sedangkan tumbuhan punya sel-sel embriotik yang aktif terus selama hidupnya. Manusia (sel hewan) tidak mempunyai jaringan yang bersifat totipotensi, sehingga sel hewan tidak dapat di kultur jaringan tapi sel hewan dapat di kloning.
Ketika kita mengkultur suatu sel ataupun jaringan dari tumbuhan setiap sel ataupun jaringan yang di kultur bisa menjadi individu baru. Tapi berbeda dengan ketika kita mengkultur sel dari hewan ataupun manusia. Kultur sel ataupun jaringan dari hewan hanya akan membentuk koloni sel ataupun jaringan yang telah dikultur. Pada kultur jaringan tumbuhan dapat menjadi individu baru karena sifat totipotensi yang dimiliki sel tumbuhan.

Bagaimana Dengan Kloning ?
Berbeda lagi dengan kloning, kloning merupakan kultur dari sel (n) ataupun sperma(n) yang diinjeksikan dalam sel telur yang intinya sudah dihilangkan. Sel yang sudah tertanam dalam sel telur ini akan memiliki totipotensi sehingga bisa terbentuk individu baru. Yang membedakan antara kultur jaringan hewan dengan kloning adalah adanya keterlibatan dari sel telur yang mampu membentuk sifat totipotensi sehingga dapat membentuk individu baru. Medium yang digunakan pada kultur jaringan tanaman berbentuk padatan gel untuk mempertahankan posisi dari individu yang terbentuk. Sedangkan pada kultur jaringan hewan dan juga kloning media yang digunakan berbentuk cairan dengan kondisi sedemikian rupa dibuat seperti dalam rahim


REFERENSI :
Anonymous, 2013.http://www.id.wikipedia.org/ diakses tanggal 11 maret 2013
Anonymous, 2013.http://www.klipingut.wordpress.com/ diakses tanggal 11 maret 2013
Anonymous, 2013.http://www.yudhim.blogspot.com/ diakses tanggal 12 maret 2013
Anonymous, 2013.http://www.daunbagus.com/ diakses tanggal 12 maret 2013